Judi Sabung Ayam Melalui Bank Aceh Indonesia

Judi Sabung Ayam Melalui Bank Aceh Indonesia

Judi Sabung Ayam Melalui Bank Aceh Indonesia Untuk Bermain Sabung Ayam Online di Website Bandar Sabung Ayam Online dan Agen S128 Taruhan Judi Sabung Ayam Live Filipina. Anda Harus Menggunakan Bank Lokal Indonesia Yang Memiliki Jaringan ATM Bersama dan Jaringan Bank Prima di Indonesia. Situs Judi Sabung Ayam S128 Saat Ini Memiliki Situs Alternatif CFB8 Untuk Permainan Adu Sabung Ayam Cockfight Filipina.

Sebagai Agen Judi Sabung Ayam Situs Taruhan Sabung Ayam Agen S128 Memberikan Kesempatan Untuk Anda Deposit, Withdraw dan Register Untuk Permainan Judi Sabung Ayam Melalui Bank Aceh Indonesia.

Sebelum Kamu Mendaftar Sabung Ayam Pastikan Anda Sudah Memiliki Bank Aceh Sebagai Tabungan Anda Untuk Proses Pendaftaran, Withdraw dan Deposit di Agen Sabung Ayam Online Terpercaya di Indonesia Bahkan Agen Sabung Tajen Bali di Indonesia.

Judi Sabung Ayam Melalui Bank Aceh Indonesia

Mengenal Bank Aceh Indonesia,

Gagasan untuk mendirikan Bank milik Pemerintah Daerah di Aceh tercetus atas prakarsa Dewan Pemerintah Daerah Peralihan Provinsi Atjeh (sekarang disebut Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam). Setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah peralihan Provinsi Aceh di Kutaraja (sekarang Banda Aceh) dengan Surat Keputusan  Nomor 7/DPRD/5 tanggal 7 September 1957, beberapa orang mewakili Pemerintah Daerah menghadap Mula Pangihutan Tamboenan, wakil Notaris di Kutaraja, untuk mendirikan suatu Bank dalam bentuk Perseroan Terbatas yang bernama “PT Bank Kesejahteraan Atjeh, NV” dengan modal dasar ditetapkan Rp 25.000.000.

Setelah beberapa kali perubahan Akte, barulah pada tanggal 2 Februari 1960 diperoleh izin dari Menteri Keuangan dengan Surat Keputusan No. 12096/BUM/II dan Pengesahan Bentuk Hukum dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. J.A.5/22/9 tanggal 18 Maret 1960, Pada saat itu PT Bank  Kesejahteraan Aceh NV dipimpin oleh Teuku Djafar sebagai Direktur dan Komisaris terdiri atas Teuku Soelaiman Polem, Abdullah Bin Mohammad Hoesin, dan Moehammad Sanusi. Dengan ditetapkannya Undang-undang No. 13 Tahun 1962 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah, semua Bank milik Pemerintah Daerah yang sudah berdiri sebelumnya, harus menyesuaikan diri dengan Undang-undang tersebut.

Untuk memenuhi ketentuan ini maka pada tahun 1963 Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh membuat Peraturan Daerah No. 12 Tahun 1963 sebagai landasan hukum berdirinya Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh.  Dalam Perda tersebut ditegaskan bahwa maksud pendirian Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh adalah untuk menyediakan pembiayaan bagi pelaksanaan usaha-usaha pembangunan daerah dalam rangka pembangunan nasional semesta berencana.

Sepuluh tahun kemudian, atau tepatnya pada tanggal tanggal 7 April 1973, Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh mengeluarkan Surat Keputusan No. 54/1973 tentang Penetapan Pelaksanaan Pengalihan PT Bank Kesejahteraan Aceh, NV menjadi Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh.  Peralihan status, baik bentuk hukum, hak dan kewajiban dan lainnya secara resmi terlaksana pada tanggal 6 Agustus 1973, yang dianggap sebagai  hari lahirnya Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh.

Untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh, Pemerintah Daerah telah beberapa kali mengadakan perubahan Peraturan Daerah (Perda), yaitu mulai Perda No.10 tahun 1974, Perda No. 6 tahun 1978, Perda No. 5 tahun 1982, Perda No. 8 tahun 1988, Perda No. 3 tahun 1993 dan terakhir Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh Nomor : 2 Tahun 1999 tanggal 2 Maret 1999 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh, yang telah disahkan oleh Menteri Dalam Negeri dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 584.21.343 tanggal 31 Desember 1999.

Perubahan bentuk badan hukum dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas dilatarbelakangi keikutsertaan Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh dalam program rekapitalisasi, berupa peningkatan permodalan bank yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 53/KMK.017/1999 dan Nomor 31/12/KEP/GBI tanggal 8 Februari 1999 tentang Pelaksanaan Program Rekapitalisasi Bank Umum, yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Rekapitalisasi antara Pemerintah Republik Indonesia, Bank Indonesia, dan PT. Bank BPD Aceh di Jakarta pada tanggal 7 Mei 1999.

Perubahan bentuk badan hukum menjadi Perseroan Terbatas ditetapkan dengan Akte Notaris Husni Usman, SH No. 55 tanggal 21 April 1999, bernama PT Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh disingkat PT Bank BPD Aceh. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman RI dengan Surat Keputusan Nomor C-8260 HT.01.01.TH.99  tanggal 6 Mei 1999. Dalam Akte Pendirian Perseroan ditetapkan modal dasar PT Bank BPD Aceh sebesar Rp 150 milyar.

Sesuai dengan Akte Notaris Husni Usman, SH No.42 tanggal 30 Agustus 2003, modal dasar ditempatkan PT Bank BPD Aceh ditambah menjadi Rp 500 milyar.

Berdasarkan Akta Notaris Husni Usman tentang Pernyataan Keputusan Rapat No. 10 Tanggal 15 Desember 2008, notaris di Medan tentang peningkatan modal dasar Perseroan, modal dasar kembali ditingkatkan menjadi Rp1.500.000.000.000 dan perubahan nama Perseroan menjadi PT. Bank Aceh. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-44411.AH.01.02 Tahun 2009 pada tanggal 9 September 2009. Perubahan nama menjadi PT. Bank Aceh telah disahkan oleh Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.12/61/KEP.GBI/2010 tanggal 29 September 2010.

Bank juga memulai aktivitas perbankan syariah dengan diterimanya surat Bank Indonesia No.6/4/Dpb/BNA tanggal 19 Oktober 2004 mengenai Izin Pembukaan Kantor Cabang Syariah Bank dalam aktivitas komersial Bank. Bank mulai melakukan kegiatan operasional berdasarkan prinsip syariah tersebut pada 5 November 2004.

Kantor Pusat Bank berlokasi di Jalan Tgk. H.M. Daud Beureu-eh No.24 Banda Aceh. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, Bank memiliki 1 Kantor Pusat Operasional, (termasuk kantor pusat), 24 Kantor Cabang, serta 77 Kantor Cabang Pembantu.

Permainan Sabung ayam merupakan permainan adu dua ekor ayam dalam sebuah kalangan atau arena. Biasanya ayam yang diadu hingga salah satu kabur atau kalah, bahkan hingga mati. Permainan ini biasanya diikuti oleh perjudian yang berlangsung tak jauh dari arena adu ayam.

Permainan menyabung ayam disebut juga sebagai berlaga ayam. Permainan ini sudah dimainkan sejak kerajaan Demak. Di salah satu cerita rakyat, seorang pangeran bermain sabung ayam dan bertemu ayahnya yang telah membuang ibunya.

Tahukah Kamu? Games Permainan Taruhan Sabung Ayam Filipina atau Sabung Taji dalam Judi Sabung Ayam Melalui Bank Aceh Indonesia, Kami selaku Agen Sabung Ayam Terpercaya Indonesia yang telah berpengalaman lama di bidang Perjudian sekarang menyediakan permainan yang unik dan sangat menarik. Sabung Ayam memang tradisi yang lama di Indonesia, namun judi Sabung Ayam secara Online merupakan suatu Kemajuan Perjudian di bidang Sabung Ayam.

Produk Judi Sabung Ayam S1288 Yang Kita Miliki Adalah Agen s128 Games Taruhan Sabung Ayam Online dan Agen Cock Fight Online Terpercaya Indonesia selaku agen taruhan online menawarkan satu produk sabung ayam live online yaitu S1288 dimana anda bisa menikmati pertandingan sabung ayam meskipun anda sedang tidak berada di lokasi berlangsungnya kegiatan tersebut secara live.

Kami Menyediakan Jasa Pembuatan Account Judi Sabung Ayam Melalui Bank Aceh Indonesia.

Pastikan Anda Mengingat Kode Bank Aceh Indonesia, Yaitu 116, Dan Jangan Lupa Sertakan Kode Unik Transfer, Kode Unik Transfer Di Dapat Jika Anda Transfer Ke Rekening Kami Menggunakan No Rek Bosku 0238569112 Maka Kode Unik Anda 112 Jadi Jika Anda Transfer 500 Ribu Rupiah Maka Anda Harus Mentranfer Nominal IDR 500.112,00 Hal Ini Guna Mempermudah Kami Dalam Pengecheckan Bank, Karena Sistem ATM Bersama / Transfer Bank Online Tidak Dapat Menyertakan Nama dan Norek Anda, Jika Hal Ini Tidak Di Lakukan Anda Wajib Konfirmasi Via BBM dan Sertakan Barang Bukti Struk Yang Ada Secara Jelas Ke Customer Service Kami, Terima Kasih, Transfer Online / ATM Bersama Hanya Ke Bank BNI atau Bank Danamon Kami Saja Karena Sistemnya 24 Jam Non Stop

Akan Tetapi Kekurangan Menggunakan Bank Aceh Indonesia, adalah Anda Akan Di Kenai Biaya Withdraw Untuk Biaya Transfer Online Sebesar Paling Mahal IDR 7500,00 Jadi Jika Anda Withdraw 700 atau IDR 700.000,00 Anda Akan Mendapatkan Uang Di Rekening Bank Anda Sebesar IDR  692.500,00 , Kemudian Kelemahan Berikutnya Adalah Semua Proses Withdraw Akan Di Lakukan Saat Jam Operasional Bank Berlangsung Seperti Senin-Jumat 08.00-15.00 WIB. Jika Bank Kami Tidak Overlimit Maka Kami Akan Proses Langsung 24 Jam Non Stop.

Jadi Pastikan Anda Bermain Bola Tangkas Menggunakan Bank-Bank Berikut Ini, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Negara Indonesia, Bank Danamon, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Agar Tidak Terkena Potongan Dana Dari Agen Tangkasnet Online Terpercaya. Salam Agen Sabung Ayam

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*